MagaZimple Theme
Emailrezaditya88@gmail.com

9 Langkah Membuat Konten Kreatif Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Pentingnya membuat konten kreatif agar disukai dan dishare oleh banyak pengunjung blog, sehingga berdampak pada peringkat di mesin pencari.


Konten adalah Raja…

Para Blogger lawas pastinya sudah sangat familiar dengan istilah di atas.

Sebuah istilah yang menggambarkan betapa sentralnya peran konten bagi kesuksesan sebuah blog.

Ya, konten ibarat nyawa pada sebuah blog. Karena secara sederhana, konten merupakan isi dari sebuah blog.

Dan indikator baik atau jeleknya sebuah blog bisa dilihat dari konten yang terdapat pada blog tersebut.

Jenis-jenis Konten Blog

Ada beberapa jenis konten blog yang harus Anda ketahui seperti: artikel, audio, video, gambar, infografis, ebook, dan lain sebagainya.

Namun saat ini, banyak orang berasumsi bahwa konten blog hanya dalam bentuk artikel saja.

Bisa jadi karena konten dalam bentuk artikel lebih mudah dibuat ketimbang jenis konten lainnya.

Namun bagi Anda yang ingin membuat konten kreatif, sebaiknya jangan hanya membuat konten dalam bentuk artikel.

Kombinasikanlah semua jenis konten yang ada seperti: gambar, video, infografis, hingga ebook yang dapat di download secara gratis.

Pentingnya Membuat Konten Kreatif Bagi Blogger

Situs marketingprofs.com pada tulisannya tanggal 18 Mei 2015, mengatakan bahwa ada 2 juta blogpost yang dipublikasikan setiap harinya. Dan itu adalah data 2 (Dua) tahun yang lalu.

Bayangkan jika Anda hanya membuat konten yang biasa-biasa saja. Hampir bisa dipastikan jika konten Anda akan sangat sulit menarik perhatian calon pengunjung.

Itulah alasan utama pentingnya membuat konten kreatif dengan tampilan visual yang menarik.

Tujuannya agar pengunjung menjadi terkagum-kagum dengan konten Anda.

Pengunjung Kagum Dengan Konten Blog

Sehingga mereka tergerak untuk membagikan artikel tersebut di media lain seperti social media dan forum.

Hasilnya, blog Anda akan kebanjiran pengunjung!

Blogger Mana Yang Tidak Ingin Kebanjiran Pengunjung Di Blognya?

Membuat konten kreatif memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Akan tetapi tidak juga sesulit membuat roket. Dan inilah langkah-langkah yang sering Saya lakukan ketika membuat konten kreatif.

 9 Langkah Yang Saya Lakukan Ketika Membuat Konten Kreatif di Blog

Beberapa langkah di bawah ini bisa jadi berbeda dengan apa yang biasa Anda lakukan. Untuk itu, silahkan tinggalkan tanggapan di kolom komentar jika ada hal yang ingin didiskusikan.

#1. Menentukan Siapa Pengunjung dan Calon Pengunjung Blog

Setiap blog memiliki segmen pengunjungnya masing-masing.

Ada blog yang mayoritas pengunjungnya adalah anak muda.

Dan ada juga blog yang pengunjung setianya adalah orang dewasa. Contohnya adalah blog seputar parenting.

Seorang Blogger harus mengetahui minimal demografi para pengunjungnya.

Hal-hal seperti jenis kelamin, usia, dan interest (Minat) merupakan beberapa poin yang harus diketahui.

Salah satu tujuannya adalah untuk menentukan gaya bahasa yang digunakan.

Akan sangat janggal jika mayoritas pengunjung blog Anda adalah wanita, tapi sapaan yang digunakan adalah bro!

Untuk mengetahui demografi pengunjung blog,  Saya menggunakan Google Analytics.

Data Google Analytics Reza Aditya

Gambar di atas merupakan data yang terdapat di dashboard Google Analytics Saya.

Dari data tersebut Saya bisa melihat bahwa pengunjung blog Saya didominasi oleh pria dan orang-orang yang berusia 25-34 tahun.

Karena ingin mengakomodir semuanya, Saya menggunakan sapaan “Anda” untuk mereka yang mengunjungi blog Saya.

#2. Menentukan Topik Yang Dibutuhkan, Diinginkan, Disukai, atau Bermanfaat Bagi Para Pengunjung

Buatlah konten yang sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan bermanfaat bagi pengunjung blog Anda.

Saya sering menggunakan Google Webmasters -> Search Console untuk mengetahui kata kunci yang sering dicari oleh para pengunjung blog Saya. Dan Saya menyebutnya sebagai kata kunci tersembunyi. 

Maksudnya begini…

Ada orang yang ingin mencari informasi tentang supplier, dan dia mengetikkan kata kunci “Cara Mencari Supplier” di google.

Meskipun kita tidak pernah secara khusus menulis artikel tentang “Cara Mencari Supplier” di blog kita, ada kalanya blog kita akan muncul di halaman pencarian google.

Mengapa?

Karena ada salah satu artikel kita yang relevan dengan topik “Cara Mencari Supplier” tersebut.

Nah, kata kunci inilah yang Saya sebut sebagai kata kunci tersembunyi, dan bisa dioptimalkan untuk membuat sebuah konten baru.

Lantas bagaimana cara mengetahui kata kunci tersembunyi ini?

Gunakan Google Webmasters Tools -> Search Console seperti pada gambar di bawah ini.

Webmaster Tools

 

Mengetahui Kata Kunci Tersembunyi di Webmaster Tools

Pada gambar di atas, terdapat total 128 queries dengan 2839 impressions.

Jika di scroll ke bawah, akan terlihat kata kunci tersembunyi yang bisa Saya optimalkan lagi.

NB: Dengan alasan tertentu, Saya tidak bisa menampilkan kata kunci yang tersembunyi pada blog Saya tersebut.

#3. Menentukan Tujuan Pembuatan Konten

Agar pembahasan tidak mengambang, konten blog yang dibuat harus memiliki tujuan.

Sebagai contoh, ada konten yang digunakan untuk menjual produk, mereview produk, atau hanya sekedar berbagi informasi.

Jika konten yang ditulis adalah konten untuk menjual sebuah produk, Saya sering mencantumkan contact person atau cara order di bagian yang paling bawah.

Namun untuk konten jenis informasi, Saya hanya meminta pengunjung untuk melakukan share saja.

Jenis Konten Blog

Biasanya, konten berupa tips, tutorial, fakta, dan yang mampu menginspirasi orang banyak merupakan jenis konten yang sering digunakan untuk mencapai tujuan tertentu.

#4. Menentukan Sudut Pandang (Angle) Pembahasan Konten

Seperti yang Saya katakan di atas, ada sekitar 2 juta konten yang diterbitkan setiap harinya. Dan beberapa diantaranya memiliki topik pembahasan yang sama.

Namun diantara konten dengan kesamaan topik tersebut, mengapa ada konten yang bisa sukses (Viral), dan ada yang kurang berhasil (Tenggelam)?

Salah satu penyebabnya adalah cara pemilihan sudut pandang (Angle).

Menentukan Sudut Pandang Tulisan

Sebagai contoh, Saya pernah mengikuti kontes blog yang bertujuan untuk mempromosikan sebuah mobil.

Yang namanya kontes blog, pastinya ada banyak orang (Peserta) yang berpartisipasi.

Jika ingin menang, Saya harus membuat konten yang berbeda dari peserta lain.

Singkat cerita, Saya menggunakan sudut pandang mudik lebaran pada konten yang dilombakan tersebut.

Dan Alhamdulillah, tulisan Saya terpilih sebagai konten terbaik ke-4 oleh pihak penyelenggara.

Pemenang ke-4 Nissan Blog Competition

#5. Menulis Saja dan Mengedit Belakangan

Menulis merupakan aktivitas yang didominasi oleh otak kanan. Maka dari itu menulislah di atas papan keyboard notebook Anda tanpa merasa ada hambatan sama sekali. Termasuk salah satunya, lupakan sejenak soal cara menulis artikel SEO Friendly.

Karena sejatinya, mengedit lebih banyak menggunakan otak kiri, karena membutuhkan fokus dan ketelitian untuk mengamati hal-hal yang mendetail.

2 (Dua) hal inilah yang Saya yakini.

Untuk itu, Saya selalu menulis terlebih dahulu dan membiarkan jari jemari Saya menari-nari di atas papan keyboard.

Jika sudah merasa puas, Saya akan mengedit tulisan yang telah dibuat tersebut.

#6. Memperbaiki Tulisan

Bagian ini akan menghabiskan waktu yang tidak sebentar.

Berbagai kesalahan seperti typo (Salah ketik), penggunaan kata sambung, tanda titik, dan tanda baca lainnya masih sering Saya temui.

Untuk itu, Saya selalu meluangkan waktu lebih banyak untuk hal yang satu ini.

#7. Melengkapi Konten Blog Dengan Tampilan Visual 

Nah, bagian ke-7 ini merupakan bagian yang sangat membutuhkan kreativitas.

Karena pada bagian ini, seorang Blogger harus mampu memberikan sentuhan visual untuk membuat konten blog menjadi lebih menarik.

Untuk langkah ke-7 ini, Saya membaginya menjadi 2 (Dua) bagian:

  1. Mencari Gambar
  2. Mengolah/Mengedit Gambar

Untuk mencari gambar, Saya mengunakan Flickr, Pixabay, dan Google Image.

Sedangkan untuk mengolah atau mengedit (Sedikit) gambar, Saya menggunakan Canva.

Mengedit Konten Blog Dengan Canva

Bagi Anda yang cukup mahir dalam hal desain mungkin lebih familiar dengan Photoshop dan sejenisnya.

Namun bagi Saya yang kemampuan desainnya pas-pasan, Canva merupakan pilihan pertama dan terbaik bagi Saya.

FYI, Canva juga menyediakan berbagai macam template untuk membuat dokumen, poster, hingga infografis.

#8. Menambahkan Konten Pendukung

Download Ebook GratisKonten pendukung seperti ebook dan video (Yang bisa didownload gratis) tidak hanya bisa digunakan untuk memanjakan pengunjung blog.

Lebih dari itu, konten ini juga bisa digunakan untuk mendapatkan database pengunjung.

Caranya?

Pengunjung blog bisa mendapatkan konten ini secara cuma-cuma (Gratis).

Namun syaratnya, mereka harus memberikan nama dan alamat emailnya di tempat yang telah disediakan.

Bagi pengunjung, tentunya akan sangat meyenangkan ketika mendapat sebuah konten berkualitas secara gratis.

Sedangkan bagi Blogger, mereka akan mendapat database pengunjung yang bisa digunakan untuk mendatangkan trafik (Kunjungan lagi).

Sebuah simbiosis mutualisme yang sangat indah.

Jadi meskipun tidak wajib, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mempertimbangkan membuat konten pendukung ini.

Sebagai informasi Saya juga menyediakan konten pendukung berupa ebook bisnis online yang bisa Anda download secara gratis.

#9. Mempublikasikan dan Mempromosikan Konten

Menekan tombol publish itu gampang.

Yang tidak gampang adalah mempersiapkan hal-hal penting lainnya sebelum menekan tombol tersebut.

Itulah mengapa bagian mempublikasikan konten Saya letakkan di bagian paling akhir.

Hal Yang Diperhatikan Sebelum Mempublikasikan Konten

Namun pertanyaannya, apakah setelah menekan tombol publish, otomatis pekerjaan seorang Blogger sudah selesai?

Ternyata belum!

Karena masih ada 1 tahapan lagi yang harus dikerjakan. Yakni mempromosikan konten, atau sering disebut dengan content marketing strategy.

Ya, sebaik apapun kontennya, akan sangat sulit untuk berhasil jika tidak dipromosikan dengan baik.

Pada gambar yang didapat dari jeffbullas.com di bawah ini, kita bisa melihat betapa pentingnya melakukan content marketing strategy.

Membuat Konten Kreatif

Dalam mempromosikan konten, Saya pribadi lebih sering menggunakan social media, blog commenting, dan forum marketing.

Namun sesekali, Saya juga melakukan content marketing strategy dengan menjadi Guest Blogger di beberapa blog yang relevan dengan konten yang ingin dipromosikan.

Bagaimana Dengan Konten Yang Dipromosikan Melalui Teknik SEO?

Well, jika Anda memiliki budget, tak ada salahnya menggunakan jasa praktisi SEO untuk meringankan tugas Anda.

Namun Saya sendiri memilih mengerjakannya (SEO) seorang sendiri.

Hanya saja, keberhasilan teknik SEO memang memerlukan waktu yang tak pasti.

Untuk itu sambil menunggu teknik SEO bekerja dengan baik, Saya tetap melakukan content marketing strategy.

14 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *